Home

Online Cs

  Faza

RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

Isi PertanyaanIsi Pertanyaan:

Setiawan*chmad     11 February 2011 11:00 | jl cancer 25 turangga bandung
Saya mau menanyakan perihal mengenai gigi anak saya,usia anak saya 1.5 thn laki laki,akhir2 ini anak saya sering melihat menggigit gigit sesuatu d mulutnya,bunyinya kaya kretak krutuk begitu, setelah saya lihat gigi anak saya, ternyata 2 gigi pemotong bag atas kaya rapuh gitu dok,yg satu tulang giginya tinggal separo lagi,jd keliatan sekali daleman giginya, nah yg ke 2 baru sedikit rapuhnya. Apa yg harus saya lakukan selanjutnya,trimakasih sebelumnya
Jawaban: Jawaban :
Assalamu'alaikum Wr Wb
Yang terhormat, Bapak Setiawan Achmad, saya asumsikan bahwa putra Bapak berumur 1.5 tahun. Pada usia tersebut, geligi yang ada adalah geligi sulung. Geligi sulung memang masih bisa berganti menjadi geligi permanen pada usia tujuh tahun. Selama rentang waktu tersebut, alangkah baiknya apabila geligi sulung yang ada dirawat sehingga lepas pada waktunya nanti tanpa ada keluhan.
Geligi sulung yang patah tersebut lambat laun akan menimbulkan keluhan pada si anak apabila dibiarkan. Ada semacam bahan pelapis pada geligi sulung yang bisa menhentikan proses terjadinya kerusakan pada gigi (tetap pola makan dan minum si anak harus terjaga). Dan pemberian lapisan itu dapat dilakukan oleh dokter gigi.
Jadi alangkah baiknya apabila anak Bapak sesegera mungkin dibawa ke dokter gigi terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut sebelum ada keluhan pada si anak.
Dan, untuk kebiasaan anak agar tidak terjadi kerusakan yang melanjut untuk dialihkan pada pola permainan yang lain agar si anak dapat dialihkan perhatiannya untuk tidak menggigit sesuatu dimulutnya.
Demikian, semoga bermanfaat dan dapat menjawab pertanyaan Bapak.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Drg Pipt Puspitasari

Tina Martini     09 February 2011 14:07 | Jl.P. Antasari No.38, Jakarta Selatan
Siang dok, keponakan saya umur 3 bulan terkena pembengkakan jantung itu kenapa ya dan penyebabnya apa? terima kasih
Jawaban: Jawaban :
Assalamu'alaikum Wr Wb
Ibu Tina di Jakarta yang memiliki keponakan masih bayi kecil (usia 3 bulan) tetapi dinyatakan jantungnya bengkak. Saya ikut prihatin dengan kondisi tersebut, apabila dokter menyatakan jantungnya bengkak, itu bisa berarti jantung bayi mengalami pembesaran dibanding ukuran normal.
Ukuran jantung yang membesar pada bayi kecil dapat disebabkan oleh Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada bayi atau adanya timbunan cairan dalam selaput rongga pembungkus jantung. Apabila penyebabnya PJB, maka ada riwayat keluhan gagal jantung seperti napasnya cepat (napas sesak), nadi cepat (denyut jantung bayi cepat), bayi ada kesulitan menetek (sering berhenti saat menetek/ mirip kelelahan saat menetek), saat menetek / menyusu mudah
tersedak/ batuk-batuk, berkeringat di dahinya meskipun kegiatan menetek/ mengedotnya baru sebentar saja. Apabila kelainan PJB jenis yang berat, maka dapat timbul sesak napas berat atau kebiruan sehingga membuat panik ibu.
Ibu juga sering mengeluhkan bayinya tidak kuat nyusu dibanding saudaranya yang lain (lebih kuat netek), berat badannya tidak naik-naik, bayi lebih kurus dari usia sebaya, bayi sering batuk-batuk atau infeksi pernapasan berulang sebentar sembuh sakit lagi, atau sesak napas dan dikatakan mengalami pnemonia (radang paru) berulang menyebabkan anak
sering mondok di RS dan keluhan lainnya tergantung tipe kelainan anatomi jantungnya. PJB ada tipe sianotik, tandanya anak dengan riwayat kebiruan pada bibirnya, bagian tubuh lain (ujung-ujung jari) sejak awal lahir sampai sekarang, napasnya juga cepat dan nadinya cepat sejak kecil.
Untuk melihat adanya pembesaran ukuran jantung dapat dilihat dari hasil foto rontgen dada, tetapi hasil foto rontgen juga harus memenuhi syarat yang benar. Melihat X foto rontgen dada saja belum cukup untuk menyatakan bahwa seseorang menderita PJB, maka harus dilengkapi dengan pemeriksaan penunjang lainnya.
Saudari Tina, saya tidak tahu apakah pembmengkakan jantungnya di lihat berdasarkan keluhan-keluhan yang ada pada keponakan anda sebagaimana mirip paparan saya diatas atau hanya berdasarkan X foto rontgen dada atau dari keduanya. Silahkan tanyakan ke dokter tersebut saya yakin akan mendapatkan penjelasan yang rinci.
Penyebab lain dari pembesaran jantung bisa karena penimbunan cairan dalam selaput pembungkus jantung (perikarditis efusi) akibat peradangan selaput jantung karena infeksi atau penyebab lain. Demikian saudari Tina, semoga penjelasan singkat saya dapat memuaskan anda. Untuk iformasi lebih lanjut, sebaiknya dapat segera dikonsultasikan dengan dokter anak terdekat.
Terimakasih.
Wassalamualaikum Wr Wb
Dr Sri Priyantini Sp.M

yitno     08 February 2011 17:49 | jl. mayjend sutoyo 57 purworejo
berapa biaya lasik per mata dan perawatannya saat ini ?
Jawaban: Jawaban :
Assalamu'alaikum Wr Wb
Saudara Yitno, untuk biaya LASIK dua mata sebesar Rp 13.500.000,00. Sedangkan untuk satu mata sebesar Rp 7.000.000,00. Biaya tersebut belum termasuk biaya pemeriksaan awal. Untuk jelasnya, anda bisa datang langsung ke SEC Semarang.
Demikian, semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum Wr Wb

Dwi R     03 February 2011 10:08 | Jl.Lamongan
saya mau tanya metode LASIK apa yg digunakan untuk mata minus 1,25 kanan dan kiri stabil sdh setahun lebih??
Untuk metode PRK apakah sakit??itu ada pembedahan di kulit terluar mata kan??
Jawaban: Jawaban :
Assalamu'alaikum Wr Wb
Untuk nama metodenya dinamkan dengan LASIK Sebelum dilakukan operasi, penderita akan dilakuka pemeriksaan awal. Jika memenuhi syarat, maka bisa dilakukan operasi LASIK. Tetapi jika tidak memenuhi syarat, bisa dipilihkan alternatif terapi lain yaitu PRK. Metode PRK memang lebih sakit dibandingkan LASIK karena kita membuang lapisan kornea terluar. Akan tetapi, rasa sakit dapat dikurangi dengan obat dan pemasangan bandege lens.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Dr Hj Christina Indrajati Sp.M

Tari     01 February 2011 15:25 | Tembalang, Semarang
Assalamu'alaykum Dokter

Saya berusia 23 tahun dan menderita minus 10 untuk mata kanan dan minus 9 untuk mata kiri. Kira-kira bisa dilakukan lasik tidak dan berapa batas minus maksimalnya? Pertimbangan-pertimbangan apa saja agar bisa dilakukan lasik? Kalau bisa, apa saja efek pascaoperasi? Saya pernah bertanya dengan ahli lasik Jogja dan ternyata tidak 100% minus dapat dihilangkan. Apakah maksudnya setelah saya melakukan lasik, minus saya yg 10 itu dapat kembali lagi?
Demikian pertanyaan saya. Terima kasih atas perhatian Dokter.

Wassalamu'alaykum
Jawaban: Jawaban :
Assalamu'alaikum Wr Wb
Ada beberapa persayaratan untuk keberhasilan operai LASIK, diantaranya : usia minimal 18 tahun, rata-rata minus diatas 1.00 D dan dibawah -13.00D. Bagi seseorang yang menderita minus diatas 13.00 D, masih bisa dilakukan operasi, tetapi masih ada sisa, sehingga masih harus memakai kacamat. Meski demikian, kacamata yang digunakan tidak setebal sebelum dilakukan operasi.
Syarat selanjutnya adalah tidak adanya kelainan syaraf retina dan tekanan bola mata normal.
Efek samping pasca operasi , biasanya penderita mengeluh silau kurang lebih 1-2 hari. Hal itu dikarenakan karena efek samping dari sinar laser.
Dr Hj Christina Indrajati, Sp.M
Wassalamu'alaikum Wr Wb


1177
Pertanyaan dalam Konsultasi
« StartPrev161162163164165166167168169170NextEnd »